Pentingnya Support System Ibu Hamil Agar Moms Nyaman Selama Mengandung Hingga Melahirkan

Seberapa penting kehadiran support system ibu hamil selama menjalani masa kehamilan?

Saat Moms telah menjadi seorang ibu yang baru memiliki bayi, banyak perubahan hormon yang akan terjadi. Perubahan hormon akan terjadi dari masa kehamilan ke masa pascamelahirkan.

Biasanya, jika sudah terjadi perubahan hormon seperti ini, kondisi Moms akan menjadi tidak stabil, yang dapat membuat Moms jadi mudah cemas, selalu khawatir, atau bahkan stres, yang biasa kita kenal dengan istilah baby blues.

Tentunya Moms tidak ingin kan mengalami baby blues? Maka dari itu di sinilah peran dari support system untuk ibu baru.

Moms yang baru memiliki buah hati sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitar.

Lalu, siapa saja sih support system yang dibutuhkan oleh para ibu baru? Simak selengkapnya pada artikel ini yuk!

Baca Juga: Pekan ASI Sedunia: Ciptakan Dunia yang Mendukung Ibu Menyusui Memberikan ASI Eksklusif

Siapa Saja Support System Ibu Hamil?
Support system ibu hamil yang paling dekat adalah suami. Namun tidak hanya pasangan, sebab masih ada orang-orang lainnya yang bisa mendukung Moms selama menjalani masa hamil.

1. Teman atau Sahabat
Foto: Teman atau Sahabat

Foto: para ibu dan anak (Orami Photo Stock)

Biasanya, teman atau sahabat menjadi support system ibu hamil yang paling penting.

Pemenuhan informasi dari teman biasanya terjadi saat Moms baru mengandung.

Moms mungkin akan lebih percaya dengan teman atau sahabat dan lebih banyak bercerita dengan mereka.

Hal ini karena semuanya masih terasa santai dan masih dapat diprediksi pada masa ini.

“Ketika kita memiliki support system, maka kita akan memiliki pertemanan, baik yang sudah ada maupun pertemanan baru.

Dengan kita keluar dari lingkup kehidupan sebagai mama, mengurus anak, baik itu memandikan, makan, memberi susu, itu sebenarnya sudah timbul rasa happy, energized lagi, re-charging lagi, yang membuat kita jadi lebih waras.

Yang tadinya sudah pusing, sekalinya ngobrol sama teman sebentar, kita bisa calm down,” ungkap Monica Sulistiawati, M.Psi., Psikolog Klinis, pada acara Mothercare di Djakarta Theatre XXI.

Namun, support system ibu hamil ataupun ibu yang baru melahirkan dari teman ini biasanya akan menimbulkan keraguan, mana yang benar-benar tulus memberitahu dan mana yang asal-asalan memberi informasi.

Solusinya bagaimana? Monica lanjut menjelaskan kalau semua bisa dilihat dari ekspresi sahabat saat menerima pertanyaan dari Moms.

“Kalau rasanya ogah-ogahan atau tidak senang, barangkali memang dia belum menjadi teman yang tepat saat itu.

Kita bisa cross check dengan teman yang lain karena kita punya teman tidak hanya satu, itulah pentingnya banyak teman,” jelas Monica.

Baca Juga: 9 Cara Memperbanyak ASI Secara Alami serta Makanan Pelancar ASI untuk Ibu Menyusui

2. Suami
Support system ibu hamil dan ibu baru juga tentunya datang dari sang suami.

Moms melakukan komitmen ingin memiliki anak dengan suami, maka suami bisa dijadikan support system selanjutnya yang ampuh.

Walaupun terkadang suami tidak memberikan solusi atas masalah atau keluh kesah yang Moms alami, tetapi paling tidak dia sudah menjadi seorang pendengar yang baik.

Moms juga harus menghargai kesediaan suami untuk hal yang satu ini.

3. Orang Tua atau Mertua
Foto: Orangtua atau Mertua

Foto: orang tua (Orami Photo Stock)

Orang tua atau mertua juga bisa dijadikan support system yang dibutuhkan ibu hamil dan ibu baru.

Seperti yang dialami oleh Sandra Dewi, ia mengatakan, “Orang tua sendiri lebih gampang, karena saya sama mama terbiasa boleh berpendapat ketika ada yang dirasa salah pada orang tua,” jelas ibu satu anak ini.

Psikolog Monica juga menambahkan, jika merasa tidak enak berbicara dengan mertua, maka Moms bisa menjelaskan terlebih dahulu kepada suami kalau informasi atau solusi yang diberikan mertua tidak cocok.

Nanti suami bisa menjelaskan dengan baik pada orangtuanya. Maka dari itu, Moms harus membangun relasi yang sehat, kokoh, dan kompak dengan mereka.

Terkadang ketika ada informasi dari orangtua atau mertua yang tidak sesuai, maka kita bisa menjelaskan atau menolaknya dengan baik.

Baca Juga: Manfaat Daun Katuk untuk ASI dan Kesehatan, Ketahui Cara Mengolahnya Juga, Moms!

4. Media Sosial
Foto: Media Sosial

Foto: bermain gadget sambil mengurus bayi (Orami Photo Stock)

Pemenuhan informasi dari media sosial biasanya akan terjadi setelah masa melahirkan, karena Moms membutuhkan informasi-informasi

penting.

“Misalnya tiba-tiba anak sakit di malam hari, padahal di siang dan sore hari sehat-sehat saja.

Pasti yang pertama kali dibuka di malam hari atau tengah malam adalah media sosial.

Dari media sosial itu kita sudah dapat bayangan langkah-langkahnya apa untuk mengatasi masalah yang sedang Moms hadapi,” tambah Monica.

Menurutnya, ketika kita mempunyai banyak platform media sosial, tentunya akan lebih mudah juga kita menyaring informasi yang isinya muatan-muatan positif dan negatif.

Tetapi di saat waktu yang sudah memungkinkan, biasanya Moms akan telepon ke teman.

Hal ini karena media sosial dan teman saling timbal balik, keduanya saling melengkapi menjadi support system yang dibutuhkan para ibu.

Baca Juga: 15 Ruang Menyusui yang Nyaman di Mall serta Tempat Umum Lainnya di Jakarta dan Sekitarnya

5. Grup WhatsApp
Support system ibu hamil dan ibu baru juga bisa dari grup WhatsApp yang beranggotakan para calon ibu dan ibu menyusuui.

Banyak Moms yang menganggap kalau pemenuhan informasi yang datang dari grup WhatsApp ini terbilang efektif.

Apalagi Moms tidak perlu merasa ragu atau kebingungan saat mendapatkan informasi beragam dari internet.

Di grup WhatsApp, Moms juga bisa memberikan solusi dan pengalaman kepada Moms-Moms lain yang tergabung di dalamnya.

6. Tempat Kerja
Tempat kerja juga dapat menjadi support system ibu hamil dan menyusui.

Dengan menyediakan fasilitas bagi pra ibu yang mengandung, sudah dapat turut serta dalam gerakan mendukung ibu hamil.

Bisa juga dengan memberikan cuti hamil hingga cuti melahirkan bagi para ayah maupun ibu.

Baca Juga: Botol ASI: Cara Membersihkan, Sterilisasi, Menyimpan, dan Rekomendasi Produknya

Mengapa Support System Penting Bagi Ibu Hamil?
Foto: Mengapa Support System Penting Bagi Ibu Hamil? (Parenting.firstcry.com)

Foto: suami istri (Orami Photo Stock)

Selama masa kehamilan, diharapkan pasangan atau orang terdekat ibu hamil lainnya untuk dapat lebih terlibat.

Terdapat banyak cara untuk terlibat dan menjadi seorang support system ibu hamil.

Keterlibatan Dads dapat memiliki efek positif yang tidak hanya baik untuk hubungan dengan pasangan, tetapi juga pada kesehatan dan kesejahteraan pasangan, serta calon bayi nantinya.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan pentingnya dukungan pasangan selama kehamilan dan dampaknya terhadap kesehatan mental dan fisik ibu hamil, serta calon bayi.

Salah satu penelitian yang diterbitkan di Frontiers in Psychology, mengungkapkan bahwa adanya dukungan sosial dari support system selama kehamilan dapat meningkatkan kesejahteraan subjektif, seperti kebahagiaan, kualitas hidup, dan kepuasan hidup.

Selain itu ada juga penelitian yang menjelaskan dampak dari seorang wanita hamil yang tidak mendapatkan dukungan dari orang di sekitarnya.

Dari penelitian di Journal of Women’s Health, memaparkan bahwa wanita yang tidak menerima dukungan pasangan selama kehamilan dikatakan memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi dan memicu para wanita tersebut untuk merokok.

Hal ini membuat para peneliti menyimpulkan bahwa memiliki pasangan yang suportif dapat menjadi dasar bagi kesehatan wanita hamil, seiring dengan pertumbuhan janin mereka.

Baca Juga: Bra Menyusui: Tips Memilih, Menggunakan, dan Rekomendasi Produk yang Bagus serta Nyaman

Hal yang Dapat Dilakukan untuk Mendukung Ibu Hamil
Foto: Hal yang Dilakukan untuk Mendukung Ibu Hamil (/)

Foto: pasangan mengikuti kelas kehamilan (Orami Photo Stock)

Mendukung seorang ibu menjalani masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi baru lahir adalah pekerjaan penting.

Sebagai suami dan kerabat dekat, pastinya akan memiliki peran penting dalam memastikan ibu hamil mendapatkan dukungan yang ia butuhkan.

Kehamilan bisa menjadi hal yang memicu perasaan emosional, dan bagi sebagian wanita, hal ini bisa terasa seperti sembilan bulan terlama dalam hidup mereka.

Merawat bayi yang baru lahir bisa melelahkan dan bahkan dapat merusak hubungan.

Membantu memenuhi kebutuhan kesehatan fisik dan mental ibu baru adalah penting untuk kesehatan wanita, bayi yang baru lahir, dan hubungan keluarga.

Untuk itu, lakukan beberapa tindakan berikut ini dalam mendukung ibu hamil menjalani masa kehamilannya hingga melahirkan.

1. Mempelajari Tentang Kehamilan
Pengetahuan adalah kekuatan, dan semakin banyak Dads belajar tentang apa yang terjadi pada tubuh pasangan selama kehamilan, bagaimana hal tersebut dapat memengaruhi keadaan emosional dan fisik mereka, dan jenis tantangan apa yang mungkin mereka hadapi, semakin baik pula Dads dapat membantu dan mendukung mereka.

Hal yang sama berlaku untuk perkembangan bayi yang sehat, serta bagaimana mempersiapkan persalinan dan pascapersalinan.

Ini adalah hal-hal yang harus Dads pahami sebagai pendukung bagi pasangan yang sedang hamil.

Dads dapat belajar dari membaca buku-buku kehamilan, mengikuti kelas persalinan, dan mengikuti diskusi dengan yang berpengalaman atau teman yang sudah punya anak.

Baca Juga: 10 Manfaat ASI Eksklusif untuk Ibu dan Bayi, Luar Biasa!

2. Selalu Terlibat dalam Kehamilan Pasangan
Salah satu cara utama untuk menunjukkan dukungan Dads adalah dengan selalu terlibat dalam kegiatan pasangan yang sedang hamil.

Pergi ke setiap dan semua janji medis yang dimiliki pasangan.

Berpartisipasilah dalam setiap keeputusan tentang tes pranatal apa yang ingin diikuti, rumah sakit mana yang paling sesuai untuk Dads dan pasangan kunjungi untuk proses persalinan.

Nah Moms, jadi kesimpulannya support system yang dibutuhkan ibu hamil tidak hanya dari satu sumber saja.

Moms bisa mendapatkan support system dari kelima sumber yang sudah Orami sebutkan, untuk mendukung kebutuhan dan mengatasi masalah yang Moms alami.