METODOLOGI PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI Information System Development Process

Dalam beberapa tahun terakhir ini peningkatan produktifitas organisasi ini dibantu dengan berkembangnya teknologi komputer baik hardware maupun softwarenya. Tetapi tidak semua kebutuhan sistem informasi dengan komputer itu dapat memenuhi kebutuhan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi organisasi. Keterbatasan sumber daya dan anggaran pemeliharaan memaksa para pengembang sistem informasi untuk menemukan jalan untuk mengoptimalkan kinerja sumber daya yang telah ada. Secara umum tujuan pengembangan sistem informasi adalah untuk memberikan kemudahan dalam penyimpanan informasi, mengurangi biaya dan menghemat waktu, meningkatkan pengendalian, mendorong pertumbuhan, meningkatkan produktifitas serta profitabilitas organisasi. Hasil survei memperlihatkan, para top eksekutif percaya bahwa sistem komputer memegang peranan penting pada semua lini perusahaan. Para eksekutif yakin bahwa sistem komputer merupakan sumber daya strategis untuk kegiatan mereka. Jadi tidak diragukan lagi sistem informasi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan bisnis suatu perusahaan atau organisasi modern. Sehingga sistem informasi merupakan aplikasi yang sangat dibutuhkan dan diminati. Untuk menghasilkan sistem informasi yang bisa membantu dan mendukung kegiatan bisnis dan manajemen dari suatu perusahaan bukan pekerjaan yang mudah. Karakteristik dari suatu sistem informasi manajemen yang lengkap tergantung dari masalah yang dihadapi, proses pengembangannya dan tenaga kerja yang akan dikembangkannya. Seiring dengan perkembangan permasalahan karena berubahnya lingkungan yang berdampak kepada perusahaan maka yang menjadi parameter proses pengembangan sistem informasi yaitu masalah yang dihadapi, sumber daya yang tersedia dan perubahan, sehingga hasil pengembangan sistem informasi manajemen baik yang diharapkan oleh perorangan maupun oleh organisasi turut berubah.Metode Pengembangan adalah sebuah cara yang tersistem atau teratur yang bertujuan untuk melakukan analisa pengembangan suatu sistem agar sistem tersebut dapat memenuhi kebutuhan. Ada langkah-langkah dan metode terstandarisasi yang harus diikuti untuk menghasilkan sistem informasi yang andal. Jadi dalam melakukan pembangunan atau perbaikan suatu sistem yang terkomputerisasi harus melakukan langkah-langkah dalam mengimplementasikannya.A. Jenis-Jenis Pendekatan Pembangunan Sistem Informasi Sistem informasi yang baik dihasilkan dari pengembangan sistem dengan metode yang terstandarisasi. Metode tersebut yaitu :1. Metode SDLC (system development life cycle)Dalam pengembangan sebuah sistem, kita mengenal konsep SDLC (system development life cycle). Secara global definisi SDLC dapat dikatakan sebagai suatu proses berkesinambungan untuk menciptakan atau merubah sebuah sistem, merupakan sebuah model atau metodologi yang digunakan untuk melakukan pengembangan sistem. Dapat dikatakan dalam SDLC merupakan usaha bagaimana sebuah sistem informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, rancangan dan pembangunan sistem serta delivering-nya kepada pengguna.SDLC meliputi fase-fase sebagai berikut:1.1 Identifikasi dan seleksi proyek Merupakan langkah pertama dalam SDLC keseluruhan informasi yang dibutuhkan oleh sistem: identifikasi, analisis, prioritas, dan susun ulang.Dalam tahapan ini ada beberapa hal yang harus dilakukan diantaranya mengidentifikasi proyek-proyek yang potensial, melakukan klasifikasi dan merangking proyek, dan memilih proyek untuk dikembangkan. Aktivitas yang biasa dilakukan pada tahap ini meliputi mewawancarai manajemen pengguna, merangkum pengetahuan yang didapatkan, dan mengestimasi cakupan proyek dan mendokumentasikan hasilnya. Tahapan ini akan menghasilkan laporan kelayakan yang berisi definisi masalah dan rangkuman tujuan yang ingin dicapai dari proyek yang dipilih.1.2 Inisiasi dan perencanaan proyek Pada tahap ini ditentukan secara detail rencana kerja yang harus dikerjakan, durasi yang diperlukan masing-masing tahap, sumber daya manusia, perangkat lunak, perangkat keras, maupun financial diestimasi. Kesalahan pada tahap ini akan mengakibatkan keuntungan yang akan diperoleh tidak maksimal, bahkan bisa rugi.1.3 Tahapan analisis Tahapan analisis adalah tahapan dimana sistem yang sedang berjalan dipelajari dan sistem pengganti diusulkan. Dalam tahapan ini dideskripsikan sistem yang sedang berjalan, masalah, kesempatan didefinisikan, dan rekomendasi umum untuk bagaimana memperbaiki, meningkatkan atau mengganti sistem yang sedang berjalan diusulkan. Tujuannya adalah untuk memahami dan mendokumentasikan kebutuhan bisnis dan persyaratan proses dari sistem baru.1.4 Tahapan desain Adalah tahpaan mengubah kebutuhan yang masih berupa konsep menjadi spesifikasi sistem yang riil. Pada tahapan ini ada beberapa aktivitas utama, yaitu merancang dan mengintegrasikan jaringan, arsitektur aplikasi, mendesain antar muka pengguna, mendesain sistem antar muka, mendesain dan mengintegrasikan data base, membuat prototipe untuk detail dari desain, dan mendesain serta mengintegrasikan kendali sistem1.5 Implementasi Pada tahapan ini dilakukan testing dan instalasi. Testing adalah menguji hasil kode program yang telah dihasilkan dari tahapan desain. Sedangkan instalasi adalah tindak lanjut setelah diadakan testing yaitu menggabungkan dan menginstal perangkat lunak dan perangkat keras pada organisasi dan secara resmi mulai digunakan untuk menggatikan sistem lama.1.6 Pemeliharaan Perbaikan yang dilakukan tingkatannya bisa sangat variatif, mulai dari memperbaiki program yang crash hingga berfungsi kembali sampai pada penambahan modul-modul program yang baru sebagai jawaban atas perubahan kebutuhan pengguna.Tahapan SDLC ini memiliki kelemahan antara lain biaya dan waktu yang tinggi, dan memiliki metode yang tidak fleksibel karena keseluruhan langkah harus diikuti.2. Metode Pengembangan Evolusioner Pada metode ini untuk mengembangkan implementasi awal, kemudian memperlihatkan sistem awal itu kepada pengguna untuk dikomentari, dan memperbaiki versi demi versi sampai sistem yang memenuhi pesyaratan diperoleh. Dalam metode ini ada 2 variasi, yaitu:1.7 Pengembangan eksplotari Bertujuan bekerja dengan pelanggan untuk menyelidiki persyaratan mereka dan mengirimkan sistem akhir.1.8 Pengembangan prototipe yang dapat dibuang Variasi ini berkonsentrasi pada eksperimen, dengan persyaratan pelanggan yang tidak dipahami dengan baik.Kelebihan metode evolusioner lebih efektif dalam menghasilkan sistem yang memenuhi kebutuhan langsung dari pelanggan, dan pengguna mendapat pemahaman yang lebih baik dari masalah mereka, sistem perangkat lunak dapat merefleksikannya.Adapun kelemahan dari sistem ini kurangnya visibilitas proses. Di samping itu, jika sistem dikembangkan secara cepat, tidak efektif dari segi biaya. Selanjutnya sistem seringkali memiliki struktur yang buruk dan metode ini membutuhkan kemampuan pengembangan perangkat lunak dengan SDM yang sudah berpengalaman.2. Metode Pengembangan Berorientasi Pemakaian Ulang (Re-Usable) Metode ini jika sudah memiliki satu sistem informasi, akan dikembangkan sistem informasi untuk klien yang lain dengan proses bisnis yang hampir sama. Tahapan pada metode ini ada 4, yaitu:1.1 Analisis Komponen Dalam fase ini, spesifikasi persyaratan telah diketahui, komponen-komponen untuk implementasi spesifikasi tersebut akan dicari.1.2 Modifikasi persyaratan Persyaratan dianalisis menggunkan informasi tentang komponen yang didapat, kemudian dimodifikasikan untuk merefleksikan komponen yang ada.1.3 Perancangan sistem dengan pemakaian ulang Kerangka kerja sistem dirancang atau kerangka kerja yang telah ada dipakai ulang.1.4 Pengembangan dan integrasi Perangkat lunak yang tidak dapat dibeli akan dikembangkan dan komponen kemudian diintegrasikan untuk membentuk sistem.3. Metode Prototyping Prototyping adalah proses iteratif dalam pengembangan sistem dimana kebutuhan diubah kedalam sistem yang bekerja secara terus menerus diperbaiki melalui kerja sama antara pengguna dan analis. Prototyping adalah merupakan bentuk dari Rapid Application Development (RAD).RAD memiliki beberapa kelemahan, diantaranya mengesampingkan prinsip-prinsip rekayasa perangkat lunak, menghasilkan inkonsistensi pada modul-modul sistem, tidak cocok dengan standar dan kekurangan prinsip reusability komponen.Tahapan prototyping adalah sebagai berikut:1.1 Analis bekerja dengan tim untuk mengidentifikasi kebutuhan awal untuk sistem. 1.2 Analis kemudian membangun prototype. Ketika sebuah prototype telah selesai. Pengguna bekerja dengan prototype itu dan menyampaikan pada analis apa yang mereka sukai dan tidak mereka sukai. 1.3 Analis kemudian menggunakan feedback ini untuk memperbaiki prototype. 1.4 Versi baru diberikan kembali ke pengguna. 1.5 Ulangi langkah-langkah tersebut sampai pengguna puas. Adapun keuntungan dari Prototype, yaitu:a. Prototype melibatkan pengguna dalam analisis dan desain. b. Mempunyai kemampuan menagkap kebutuhan secara konkret daripada secara abstrak c. Untuk digunakan secara stand alone.d. Digunakan untuk memperluas SDLC. 4. Metode OOAD (Object Oriented Analysis and Design) Dari pembahasan yang telah dibhas diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Metode Pengembangan adalah sebuah cara yang tersistem atau teratur yang bertujuan untuk melakukan analisa pengembangan suatu sistem agar sistem tersebut dapat memenuhi kebutuhan. Dan adapun langkah-langkah pendekatan dalam pengembngan system adalah sebagai berikut, antara lain: Metode SDLC (system development life cycle), Metode Pengembangan Evolusioner, Metode Pengembangan Berorientasi Pemakaian Ulang (Re-Usable), Metode Prototyping, Metode Prototyping, metode OOAD (Objec Oriented Analysis and Design).