JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 21 PEMBELAJARAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN MURIDSIPUR MUARIF

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.1 PEMBELAJARAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN MURID SIPUR MUARIF, S.Pd. | CGP 5 | SDN 01 BLACANAN

2 JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Murid Oleh Sipur Muarif, S.Pd. (CGP Angkatan 5) SD N 01 Blacanan – Kab. Pekalongan Assalamualaikum Wr. Wb. SALAM dan Bahagia untuk kita semua How time flies like an arrow. Rasanya baru kemarin saya memulai mempelajari modul 1 yaitu modul 1.1. di awal mengikuti Pendidikan Guru Penggerak. Kini tak terasa modul 1 sudah berganti dengan modul 2. Modul 2 ini di awali dengan modul 1.2 yaitu tentang Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Murid. Melalui Jurnal Refleksi Dwi Mingguan ini saya mencoba untuk mengungkapkan pengalaman saya saat mempelajari modul 2.1 dengan menggunakan model 4F (Facts, Feeling, Finding, Future). Check this out!

3 1. Facts (Peristiwa) Modul 2.1 menemani saya di penghujun bulan Agustus. Modul ini berisi tentang Pendidikan untuk Memenuhi Kebutuhan Murid. Di dalam modul ini disampaikan pemenuhan kebutuhan belajar murid dilakukan melalui sebuah desain pembelajaran yang dinamakan pembelajaran berdiferensiasi. Menurut Tomlinson (2001: 45), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi juga dapat diartikan sebagai serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Selasa, 30 Agustus 2022, sesuai dengan yang tertera di jadwal, CGP mengakses modul baru yaitu modul 2.1. Seperti biasa CGP memulai modul dengan membuka menu pendahuluan kemudian dilanjut ke menu Mulai dari Diri. Di menu ini kami diminta menuliskan refleksi individu. Dalam refleksii ini kami diminta menjawab pertanyan – pertanyaan seperti Bayangkanlah kelas yang saat ini Anda ampu dengan segala keragaman murid-murid Anda, Apa yang telah Anda lakukan untuk melayani kemampuan murid yang berbeda? Apa yang Anda lakukan untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah untuk murid Anda? Apakah ada perlakuan yang berbeda yang Anda lakukan? Jika ada, perlakuan seperti apa? Jika tidak ada, apa dampaknya terhadap murid Anda? Sebutkan tantangan- tantangan yang Anda hadapi dalam proses pembelajaran di kelas yang disebabkan oleh keragaman murid-murid Anda tersebut? Tindakan-tindakan apa yang telah Anda lakukan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut? Menurut Anda, untuk mengakomodasi tantangan yang terkait dengan keragaman murid tersebut, bagaimana seharusnya pembelajaran itu dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi.

4 Rabu dan Kamis, 31 Agustus – 1 September 2022, kami mengakses menu ekplorasi konsep. Di menu ini kami disuruh mengakses 21 menu materi. Pada setiap materi kita diperintahkan untuk membaca materi yang disediakan, kemudaian saling bertukar komentar dan saran yang membangun antar sesama CGP. Cukup melelahkan, tapi sebanding dengan ilmu yang didapatkan. Jumat & Sabtu, 2 & 3 September 2022, saatnya Ruang Kolaborasi. Disini saya bergabung dalam kelompok untuk berdiskusi tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Kami diminta menganalisis satu dari skenario pembelajaran yang disajikan. Dalam ruang kolaborasi ini kami dan kelompok diminta untuk menganalisis sebuah skenario pembelajaran pada jenjang SMP. Skenario yang kami dapat adalah tentang seorang guru yaitu Pak Dudidam yang mengajar di kelasnya. Kami diminta mengalisis apakah pembelajaran Pak Dudidam adalah pembelajaran berdiferensiasi. Kalau iya, kebutuhan apa yang coba dipenuhi oleh Pak Dudidam. Dan strategi pembelajaran berdiferensiasi apa yang dilakukan oleh Pak Dudidam. Setelah ditemukan kesimpulan tentang pembelajaran Pak Dudidam, hasilnya kami presentasikan pada hari jumat, untuk mendapat umpan balik dan aran dari kelompok lain. Senin dan Selasa, September 2022 kami memasuki menu Demonstrasi Konstektual. Di menu ini kami diminta mengupload RPP pembelajaran yang telah kami buat, untuk dikomentari dan diberikan saran serta masukan oleh Fasil dan Teman – teman seama CGP. Jika masih ada kekurangan dalam RPP yang kami buat, kemudian kami perbaiki dan kami upload kembali ke LMS untuk dinilai oleha Fasilitator.

5 Rabu, 7 September 2022, saya memasuki menu 2.1.a.7.1. Di menu ini saya diminta untuk membuat satu atau lebih pertanyaan untuk di post di LMS. Pertanyaan ini juga bisa ditanyakan kepada instruktur esok harinya saat elaborasi dalam virtual conversation. Kamis, 8 September 2022 kami memasuki menu Koneksi antar materi. Disini kami diminta membuat kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran berdiferensiasi dan bagaimana hal ini dapat dilakukan di kelas. Kamudian kami juga diminta menJelaskan bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal, menjelaskan bagaimana melihat kaitan antara materi dalam modul ini dengan modul lain di Program Pendidikan Guru Penggerak. Dan yang terakhir kami diminta menuangkan kesimpulan tersebut ke dalam cara atau media yang dapat kita pilih sendiri seperti membuat artikel, membuat infografik, vlogging (video blogging), dsb. Jumat, 9 September 2022, saatnya aksi nyata. Disni saya diminta menerapkan mengimplementasikan dan mendokeumantasikan pembelajaran berdiferensiasi di sekolahan kami. Disamping itu kami juga diminta berdiskusi di LMS dalam menu aksi nyata. Sungguh pengalaman yang luar biasa.

6 2. FEELING (PERASAAN) Setelah saya mempelajari dan mencoba menerapkan apa yang ada di modul 2.1 saya merasa tertantang apakah saya dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi ini di kelas saya. Memang tanpa disadari, setiap hari saya dihadapkan pada murid yang mempunyai keberagaman yang banyak sekali bentuknya. Mereka secara terus menerus menghadapi tantangan yang beragam dan kerap kali harus melakukan dan memutuskan banyak hal dalam satu waktu. Bahkan keterampilan ini kadang tidak saya sadari, karena begitu naturalnya hal ini terjadi di kelas dan betapa terbiasanya saya menghadapi tantangan ini. Berbagai usaha saya lakukan untuk memastikan setiap murid di kelas mereka sukses dalam proses pembelajarannya, salah satunya caranya dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Maka setelah mempelajari modul 2.1. ini saya merasa tertantang untuk dapat mengimplementasikan pembelajaran berdiferensias ini di kelas saya. 3. FINDING (PEMBELAJARAN) Banyak hal – hal positif yang saya temukan dan pelajari dalam Mempelajari modul 2.1 ini. Banyak pula ilmu dan pengerahuan baru yang saya temukan di modul ini. Diantaranya adalah pemenuhan kebutuhan belajar murid melalui pembelajaran berdiferensiasi. Dalam modul ini dijelaskan dengan sangat jelas apa pengertian pembelajaran berdiferensiasi yang sesungguhnya, miskonsepsi yang sering terjadi dalam penerapannya, apa

7 saja langkah dan strategi dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, apa saja kebutuhann belajar murid dan banyak lagi. 4. FUTURE (PENERAPAN) Setelah mempelajari dan belajar mengimplementasikan modul 2.1 ini, kedepannya saya akan mencoba menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar murid. Pembelajaran berdiferensiasi ini akan menjadi jalan keluar bagi saya dalam menghadapi kondisi murid dan beragam. Semoga ini bisa menjadi semangat baru buat saya dalam mengantarkan murid – murid saya menuju keselamatan dan kebahagiannya. Demikian jurnal dwi mingguan saya untuk modul 2.1. ini, semoga bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi pembaca umumnya. Salam sejahtera dan bahagia! Salam guru Penggerak!